Minggu, 13 Jun 2021
  • Selamat datang Calon siswa baru di SMK Negeri 1 Kemangkon

Mengapa Harus Menunda Tugas Sekolah di Saat Pandemi?

Diambil dari : https://www.kompasiana.com/agungchrris6556/601d342881e4157e895b2cb2/mengapa-harus-menunda-tugas-sekolah-di-saat-pandemi?page=all

Tahun pelajaran semester genap, sudah bejalan 1 bulan, tugas demi tugas terus bergulir pada setiap pelajaran. Bagaiman mensiasati agar tidak tertunda, apalagi pembelajaran jauh ini mengandalkan  sinyal internet yang aman.

Biasanya ada keluhan dari peserta didik yang bertempat tinggal di pelosok desa,di tengah hutan, tapi untuk menelepon masih bisa. Dengan HP android yang mumpuni. Belum lagi faktor alam misalnya:saat hujan, mendung tebal, angin kencang/badai di awal tahun ini.  Belum lagi harus membantu orang tua, entah itu di sawah, mencari tugas/pekerjaan tambahan, agar dapur tetap mengebul dan ekonomi keluarga tetap sejahtera. Penulis merasa salut sekaligus prihatin dengan keadaan tersebut, karena mereka berada di keluarga yang sederhana dan pas-pasan. Masih harus bekerja di saat jam pembelajaran berlangsung. Kemudian banyak diantara para peserta didik ini yang menunda tugasnya, lupa mengatur waktu. Lebih cepat memegang uang yang banyak setiap akhir bulannya. Sampai panggilan orangtua dan peserta didik belum bisa menerima raportnya. Sebagai guru tak bosan-bosannya untuk mengingatkan satu persatu dengan sabarnya. Terbersit di benak penulis ada kata ini” prokrastinasi”

Apa arti Prokrastinasi?

Prokrastinasi berasal dari bahasa latin yaitu “pro” yang berarti “maju”, ke depan, lebih menyukai dan “crastinus” yang berarti “besok” (Steel, 2006). Jadi dari asal katanya prokrastinasi adalah lebih suka melakukan tugasnya besok. Orang yang melakukan prokrastinasi disebut sebagai prokrastinator. Prokrastinasi adalah menunda dengan sengaja kegiatan yang diinginkan walaupun mengetahui bahwa penundaannya dapat menghasilkan dampak buruk.

Dalam psikologi, prokrastinasi berarti tindakan mengganti tugas berkepentingan tinggi dengan tugas berkepentingan rendah, sehingga tugas penting pun tertunda. Psikolog sering menyebut perilaku ini sebagai mekanisme untuk mencakup kecemasan yang berhubungan dengan memulai atau menyelesaikan tugas atau keputusan apapun.[1] Schraw, Pinard, Wadkins, dan Olafson menetapkan tiga kriteria agar suatu perilaku dapat dikelompokkan sebagai prokrastinasi: harus kontraproduktif, kurang perlu, dan menunda-nunda.[2]

Prokrastinasi dapat mengakibatkan stres, rasa bersalah dan krisis, kehilangan produktivitas pribadi, juga penolakan sosial untuk tidak memenuhi tanggung jawab atau komitmen. Perasaan ini jika digabung dapat mendorong prokrastinasi berlebihan. Meski dianggap normal bagi manusia sampai batas tertentu, hal ini dapat menjadi masalah jika melewati ambang batas normal. Prokrastinasi kronis bisa jadi tanda-tanda gangguan psikologis terpendam.

Menurut Ferrari et.al (1995) menyimpulkan bahwa pengertian prokrastinasi dapat dipandang dari berbagai sudut pandang yaitu 1).prokrastinasi adalah setiap perbuatan untuk menunda mengerjakan tugas tanpa mempermasalahkan tujuan dan alasan penundaan 2). Prokrastinasi sebagai suatu pola perilaku (kebiasaan) yang mengarah kepada trait dan  penundaan yang dilakukan sudah merupakan respon yang menetap seseorang dalam menghadapi tugas dan biasanya disertai dengan keyakinan yang irrasional 3). Prokrastinasi sebagai suatu trait kepribadian, tidak hanya perilaku menunda tetapi melibatkan struktur mental yang saling terkait.

Di sekolah  cukup sering terlihat secara langsung perilaku prokrastinasi di kalangan peserta didik/ mahasiswa.  Menurut Ferrari et al (1995), sebagai suatu perilaku penundaan, prokrastinasi akademik dapat termanifestasikan dalam indikator tertentu dan diamati melalui ciri-ciri tertentu berupa :

*Penundaan untuk memulai menyelesaikan tugas yang dihadapi

*Keterlambatan dalam menyelesaikan tugas, karena melakukan hal-hal lain yang tidak dibutuhkan.

*Kesenjangan waktu antara rencana yang ditetapkan dan kinerja aktual

*Melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan daripada tugas yang harus dikerjakan (seperti ngobrol, nonton, mendengarkan musik, jalan-jalan, dll)

Dari penjelasan di atas prokrastinasi  hampir sama dengan menunda-nunda tugas/pekerjaan, tapi kenapa harus menunda di masa pandemic ini?apakah prokrastinasi teman dekat kemalasan? Bagaimana cara mengatasinya?

Tips Menghindari Prokrastinasi

Siapa di sini yang sering menunda-nunda tugas/pekerjaan atau tugas, nih? Kalau kamu suka menunda tugas/pekerjaanmu artinya kamu sudah terbiasa dengan prokrastinasi. Prokrastinasi adalah kebiasaan yang menunda tugas/pekerjaan atau tugas hingga mengalami rasa yang tidak nyaman dengan penundaan ini. Perlu dicatat bahwa, prokrastinasi bukan sinonim kemalasan. Orang yang melakukan prokrastinasi meletakkan hal penting yang seharusnya dia lakukan pada saat deadline terakhir kemudian melakukan hal-hal kecil terlebih dahulu.

Menunda tugas/pekerjaan merupakan kebiasaan buruk yang dapat mengakibatkan dirimu lambat dalam mengembangkan kemampuanmu. Selain itu, terdapat dampak negatif lainnya dari prokrastinasi seperti menghambat prestasi, dan menyebabkan stres dan kecemasan yang berlebihan.

Sebelum kamu terbiasa dengan prokrastinasi, kamu bisa melakukan 5 tips ini agar kamu terhindar dari kebiasaan buruk tersebut. Berikut penjelasannya! 

1. Menetapkan tujuan utama

Menetapkan tujuan utama ini bermaksud agar dirimu tidak kehilangan arah dan terus termotivasi dalam menyelesaikan tugas/pekerjaan atau tugasmu. Jangan sampai kamu mengerjakan segala sesuatu tanpa tujuan yang jelas karena bisa saja kamu merasa jenuh dan malas ketika proses pengerjaannya nanti.

Bahkan kamu malah melakukan sesuatu yang dapat menunda tugas/pekerjaanmu seperti bermain hp, menonton televisi, dan jalan-jalan keluar. Alhasil tugas/pekerjaanmu menumpuk dan tak kunjung selesai.

2. Membuat deadline setiap tugas/pekerjaan

Setelah kamu menetapkan tujuan, jangan lupa juga membuat deadline untuk setiap tugas/pekerjaanmu. Tujuan yang tidak memiliki deadline akan terlihat seperti sesuatu yang tidak penting. Dengan alami kamu akan menunda-nunda pekerjaamu dan merasa memiliki waktu yang sangat banyak karena tanpa batas waktu yang pasti.

Dengan adanya deadline, kamu dapat mengerjakan tugas/pekerjaan-tugas/pekerjaan yang memiliki batas waktu yang paling dekat terlebih dahulu. Sehingga kamu tidak keteteran dalam proses pengerjaan tugas kamu.

3. Menyusun daftar apa saja yang perlu dilakukan

Catatlah apa saja tugas/pekerjaan-tugas/pekerjaan yang akan kamu selesaikan. Setelah itu, urutkan tugas/pekerjaan-tugas/pekerjaan dengan deadline yang paling singkat. Hal ini bertujuan agar tidak ada tugas/pekerjaan atau tugas yang terlewat. Selain itu dengan menyusun daftar semua tugas/pekerjaan dapat membuat kegiatanmu lebih tersusun, efektif, dan efisien.

4. Menguraikan tugas/pekerjaan atau tugas yang rumit menjadi lebih sederhana

Jangan merasa down dulu ketika mendapatkan tugas/tugas/pekerjaan yang cukup rumit. Kamu bisa membuat tugas/tugas/pekerjaan tersebut menjadi potongan-potongan tugas/tugas/pekerjaan kecil agar mudah untuk dikerjakan. Sehingga kamu dapat mengerjakan tugas/tugas/pekerjaan tersebut dengan maksimal. Dengan begitu kamu dapat terlatih untuk mengerjakan tugas/pekerjaan-tugas/pekerjaan yang rumit berikutnya.

5. Mulai kerjakan tugas/perkerjaan yang paling mudah dulu

Dan yang terakhir kamu bisa melihat daftar tugas/tugas/pekerjaanmu yang sudah kamu buat. Kamu mulai kerjakan tugas/tugas/pekerjaan yang kamu anggap mudah terlebih dahulu. Kemudian kamu bisa melanjutkan tugas/tugas/pekerjaan yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi. Dan akhirnya setiap tugas/tugas/pekerjaanmu dapat kamu selesaikan dengan waktu yang tepat.

Berikut tadi merupakan 5 tips agar kamu terhindar dari kebiasaan buruk prokrastinasi. Jangan menunda-nunda pekerjaanmu agar nantinya tidak merugikan dirimu sendiri. Kalau kalian tidak kerjakan sekarang kapan lagi? ayo anak-anak tetap semangat menghadapi mas pandemi ini, mari kita berdoa agar pandemi ini segera selesai.

Post Terkait

11 Feb 2021

MENGENAL COVID-19

0 Komentar

KELUAR