Pramuka

GERAKAN PRAMUKA

GUGUS DEPAN 11.03.04.706 – 11.03.04.706

PANGKALAN SMK NEGERI 1 KEMANGKON

Sejarah Pramuka dunia pertama kali dipelopori oleh Lord Baden Powellatau nama lengkapnya Robert Sthepenson Smyth Baden Powell of Giwell, seorang warga negara Inggris yang pernah menjadi tentara. Sejak kecil Baden Powell dikenal sebagai anak yang mencintai kegiatan luar ruangan (outdoor). Ia sering bermain di hutan kecil, disamping sekolahnya. Kemah pertama kepanduan yang dipimpin Baden Powell, terjadi pada tanggal 1 Agustus 1907 yang bertempat di Brownsea Island, Inggris. Karena itulah, Tanggal 1 Agustus ditetapkan sebagai Hari Kepanduan Dunia.

Di Indonesia, sejarah Pramuka Indonesia dianggap lahir pada tahun 1961. Hal ini mengacu pada Keputusan Presiden RI No. 112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dan dipertegas lagi dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961. Secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia memberikan anugrah Panji Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka dan hingga saat ini diperingati setiap tahunnya.

Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana dan merupakan organisasi atau gerakan kepanduan. Pramuka adalah sebuah organisasi yang merupakan wadah proses pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia. Dalam dunia internasional, Pramuka disebut dengan istilah “Kepanduan” (Boy Scout). Gerakan Pramuka memiliki kode Kode Kehormatan Pramuka, sebagaimana yang tertuang dalam Anggaran Dasar Pramuka, Gerakan Pramuka memiliki Kode Kehormatan yang terdiri atas janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Dharma Kode Kehormatan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya, yaitu Kode Kehormatan Pramuka Penegak dan Pandega terdiri atas Trisatya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dan Dasa dharma.  

            Gerakan Pramuka Gugus Depan 11.03.04.706 – 11.03.04.706Pangkalan SMK Negeri 1 Kemangkon memiliki Ambalan yang bernama Ki Hajar Dewantara untuk Putra dan Dewi Sartika untuk Putri. Pelaksanaan kegiatan ambalan dibimbing oleh beberapa Pembina, Ka Mabihari, dan Ka Mabigus Pangkalan SMK Negeri 1 Kemangkon dengan struktur sebagai berikut:

  1. Ka Mabigus : Warindi, S.Pd
  2. Ka Mabihari : Edi Yulianto, S.Kom
  3. Pembina Ambalan Pa : Rokhmat Mualim, S.Pd.I
  4. Pembina Ambalan Pi : Hidayaturrokhmah, S.Pd

            Gerakan Pramuka Ambalan Ki Hajar Dewantara dan Dewi Sartika memiliki Pusaka Ambalan yang berbentuk Keris yang tersimpan dengan rapi di dalam sanggar kepramukaan. Di lain sisi, Ambalan Ki Hajar Dewantara dan Dewi Sartika Gugus Depan 11.03.04.706 – 11.03.04.706Pangkalan SMK Negeri 1 Kemangkon juga memiliki Kode Kehormatan yang terdiri atas Tri Satya (Janji) dan Dasa Dharma (Ketentuan Moral).

Tri Satya Pramuka

Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh :

  1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, negara kesatuan Republik Indonesia,dan Mengamalkan Pancasila
  2. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
  3. Menepati Dasa Darma Pramuka.

Dasa darma pramuka

  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
  3. Patriot yang sopan dan ksatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin, terampil, dan gembira
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja
  8. Disiplin, berani, dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan

Pelaksanaan latihan kegiatan ambalan dilakukan dalam dua kali pertemuan setiap minggunya dengan jadwal sebagai berikut:

NoHari PertemuanWaktu Latihan
1Jum’at14.00 s.d 16.00