Dalam amanat upacara di Karangkemiri, Ibu Vita Pratiwi, S.Pd. menyampaikan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. Beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk menerapkan tiga langkah sederhana, yaitu tidak menjadi pelaku bullying, baik secara langsung maupun melalui ucapan dan media sosial; melaporkan jika mengetahui adanya kejadian bullying agar dapat segera ditangani dengan tepat; serta peduli terhadap teman dengan saling menghargai, membantu, dan menciptakan suasana pertemanan yang positif. Dengan kepedulian dan keberanian untuk saling menjaga, sekolah dapat menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua.
Sementara itu, dalam kegiatan di Toyareka, Ibu Lutfiana Septi Susianti, M.Pd. menyampaikan materi tentang pendidikan karakter, khususnya sikap sederhana dan peduli. Sikap sederhana dalam lisan dapat dibiasakan dengan mengucapkan salam ketika bertemu, meminta maaf sebelum memulai percakapan, mengucapkan tolong ketika membutuhkan bantuan, serta mengucapkan terima kasih setelah mengakhiri percakapan. Selain itu, kepedulian dapat diwujudkan dengan membuang sampah pada tempatnya, menolong teman yang membutuhkan, dan menjaga kebersihan lingkungan. Pembiasaan karakter perlu dimulai dari hal-hal sederhana karena tidak semua orang yang pandai memiliki karakter yang baik, tetapi orang yang berkarakter baik akan memanfaatkan kepandaiannya untuk kebaikan.
Tinggalkan Komentar